We’re Moving (Again)

 

 

 

 

 

 

Akhirnya, pindahan lagi… Kali ini ke tempat yang lebih jauh. Menyeberang Laut Jawa, menuju ke ujung Borneo. Sebuah negara kecil yang kaya akan hasil minyak dan gas bumi. Yup, kami pindah ke Brunei Darussalam. Lagi-lagi mengikuti suami yang pindah kerja ke sana.

Banyak yang tanya gimana rasanya pindah dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu dekat. Iya sih, baru satu setengah tahun yang lalu kami boyongan dari Sidoarjo ke Jakarta lalu sekarang setelah melalui perjalanan Jakarta – Sidoarjo dilanjutkan dengan Surabaya – Brunei.

Untuk saya sih terasa lebih ringan pindahan yang sekarang. Padahal kali ini tempat yang dituju benar-benar jauh dari keluarga juga berbeda bahasa dan budaya. Mungkin karena saya tahu di sini ada suami, sedangkan waktu di Jakarta kemarin cuma saya dan Cinta menempati rumah mungil kami. Bisa jadi juga karena kali ini sudah pindahan yang ketiga, sehingga lebih terasa mudah. Meski tetap terasa sedih mengingat harus meninggalkan mama saya di Sidoarjo sendirian dan akan lebih jarang ketemu dengan beliau dan adik-adik dibanding ketika kami di Jakarta.

Continue reading

Cinta dan Huruf R

Cinta belakangan ini, sejak bisa melafalkan huruf R dengan fasih, suka sekali memberi penekanan pada setiap huruf R dalam kata yang dia ucapkan. Lucu juga dengarnya, apalagi dia jadi senang mencari-cari kata yang ada huruf Rnya. Gaya deh ah.

http://www.4shared.com/embed/1096194005/43a1bdc6

Kalau ditanya gimana ceritanya Cinta bisa lancar ngomong R juga saya nggak tahu. Tiba-tiba aja dia bisa. Dugaan saya sih, waktu libur natal & tahun baru itu ada sepupunya adik ipar saya yang baru kelas 2 SD (sepupunya, bukan adik ipar saya) nginep di rumah selama hampir 2 minggu. Nah, kak Hilda ini suka banget ngobrol, nyanyi dan main sama Cinta. Mungkin dari si kakak ini Cinta belajar huruf R.

Saya sendiri nggak pernah khawatir sebelumnya, wong emang buat saya nggak masalah karena memang Cinta nggak cadel. Kalaupun nggak bisa jelas ngomong Rrrr pun nggak apa-apa. Jadi begitu Cinta benar-benar bisa melafalkan R dengan jelas, itu bonus buat saya. Alhamdulillah.

Langkah Kecil Buku Berkaki

Krucil Buki dan Adik-Adik PA Marhamah

“Never get tired of doing little things to others, because sometimes those little things may mean so much to them.”

Ya, melakukan hal kecil untuk orang lain, yang mungkin sederhana bagi kita, ternyata bisa sangat berarti untuk mereka. Itu pelajaran yang saya dapat saat kunjungan ke Panti Asuhan Marhamah bersama krucil Buku Berkaki bulan Desember kemarin.

Siapa sangka aktivitas sederhana seperti membawakan buku bacaan, main games dan sharing session bisa membuat mereka begitu antusias dan senang. Buku-buku yang kami bawa langsung diserbu dan meski awalnya malu-malu saat diajak bermain akhirnya bisa seru dan heboh. Bahkan yang kalah saat permainan  pun mendendangkan lagu Insya Allah-nya Maher Zein dengan percaya diri.

Buku Buki untuk Adik-adik Panti Asuhan Marhamah

Beraktivitas bersama adik-adik di PA Marhamah pun membawa kenangan tersendiri buat saya. Betapa di balik kesederhanaan dan kekurangan mereka, tetap tersimpan keinginan untuk bisa berguna bagi orang lain. Pun melihat senyum dan celoteh mereka yang semangat mengikuti sesi membuat dan menulis blog, membuat saya ingin melihat lebih banyak lagi anak-anak yang mendapatkan manfaat dari kegiatan Buku Berkaki.

Cita-Cita Mulia Adik-Adik Panti Asuhan Marhamah

Continue reading

Semakin Bijaksana, Bukan Semakin Hebat

Lama-lama capek juga ngikutin twitwarnya Marissa Haque dan keluarga Addie MS (iya iya emang nggak ada yang nyuruh kok, saya aja yang terlalu kepo). Dari yang awalnya semangat bacain blog dan twitternya tante doktor sampai akhirnya memutuskan untuk report as spam akun twitternya.

Terlepas dari keraguan apakah blog dan akun itu benar-benar milik beliau, postingan yang sudah menyerang pribadi orang lain dan spam lama-lama bikin gerah juga. Apalagi meski nggak follow ibu hebat itu tapi masih aja sliweran retweetannya di timeline.

Kehebohan beliau dan reaksi orang-orangpun bikin saya berharap jangan sampai kelak saya seperti itu. Yah, memang levelnya beda sih, dia lulusan S3 dari 2 universitas ternama di Indonesia, belum lagi gelar S2nya yang berderet-deret. Selain artis hebat di jamannya juga mantan anggota DPR RI. Sementara saya cuma ibu rumah tangga yang lulusan S1. Dan masih jadi mahasiswa abadi di universitas kehidupan, fakultas ilmu parenting.

Continue reading

Evaluasi Resolusi 2012

Nggak terasa sudah sampai hari ke-7 di tahun 2012. Sudah mau kembali lagi ketemu hari Minggu. Apa kabar resolusi? Masih pada semangatkah ngejalaninnya?

Kalau saya sih belum ada perubahan berarti dari beberapa resolusi tahun 2012.

  • Olahraga cuma sekali seminggu, itupun bukan jogging atau fitnes tapi senam aja di rumah nggak sampe 30 menit karena sudah ngos-ngosan *tepukjidat*
  • Sholat? Yah, masih suka kalah cepat sama kerjaan dan kegiatan lain. Belum bisa yang benar-benar setelah adzan berkumandang langsung sholat :( Padahal Allah nggak pernah terlambat memberikan berbagai nikmatnya buat saya *sigh*
  • Mematikan gadget dan membacakan Cinta buku sebelum tidur juga belum rutin. Malah seringnya kita main iPad berdua sebelum tidur :p
  • Baruuuu aja kemarin submit artikel yang sudah terlambat sehari dari deadline. Untung punya bos yang pengertian, asal nggak sering-sering, kali :D

Ternyata merubah kebiasaan untuk menjadi lebih baik nggak semudah membalik telapak tangan. Apalagi ketika niat cuma sebatas diucapkan, bukan dilakukan. Ayolah masih ada 23 hari sebelum awal tahun 2012 berakhir. Semangat dan benar-benar berusaha mengerjakan apa yang sudah diniatkan.

Gimana dengan resolusi 2012 nya? Sudah ada yang tercapai?